BERITA

MENGENAL K3RS (KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI RUMAH SAKIT)

10 July 2023



K3RS merupakan singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Penerapan K3RS merupakan praktik penting yang harus diterapkan di rumah sakit untuk menjaga keselamatan dan kesehatan semua orang yang berada di dalamnya, baik staf medis, pasien, maupun pengunjung. K3RS melibatkan langkah-langkah khusus yang dirancang untuk mencegah kecelakaan, melindungi dari infeksi, dan memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Adapun ruang lingkup penerapan K3 di rumah sakit adalah sebagai berikut:

  1. Pencegahan Infeksi: Rumah sakit mengadopsi protokol khusus untuk mengendalikan penyebaran infeksi, termasuk sterilisasi peralatan medis, prosedur cuci tangan yang tepat, penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan jas pelindung.
  2. Pengelolaan Bahan Berbahaya: Rumah sakit sering menggunakan bahan kimia berbahaya seperti obat-obatan, bahan pembersih, dan bahan infeksius. Praktik K3 melibatkan penyimpanan, penanganan, dan pembuangan yang aman untuk mencegah paparan yang berbahaya.
  3. Ergonomi: Rumah sakit memiliki berbagai pekerjaan yang dapat menyebabkan cedera fisik atau kelelahan, seperti angkat dan pindah pasien. Praktik K3 mencakup desain ergonomis, penggunaan peralatan bantu, dan pelatihan yang sesuai untuk mencegah cedera dan mempromosikan kenyamanan kerja.
  4. Perlindungan Radiasi: Rumah sakit menggunakan peralatan diagnostik seperti sinar-X dan pemindaian CT yang menghasilkan radiasi. Praktik K3 melibatkan penggunaan peralatan pelindung diri, pemantauan dosis radiasi, dan tindakan pencegahan untuk melindungi staf dan pasien dari paparan berlebihan.
  5. Proteksi kebakaran: Kebakaran dapat menjadi ancaman serius yang mengancam keselamatan pasien, staf medis, dan pengunjung rumah sakit. Oleh karena itu, praktek K3 sangat penting dalam mengambil langkah-langkah pencegahan dan persiapan untuk mengurangi risiko kebakaran dan merespons dengan cepat jika terjadi kejadian tersebut.
  6. Perlindungan dari faktor bahaya lainnya; Faktor bahaya seperti bahaya jatuh dari ketinggian, terpeleset, menghirup gas beracun, dan faktor bahaya lain yang berkaitan dengan K3.
  7. Pengelolaan Limbah Medis: Rumah sakit menghasilkan limbah medis berbahaya yang memerlukan penanganan khusus. Praktik K3 mencakup pengelolaan limbah yang aman, pemilahan yang tepat, dan pemusnahan yang sesuai dengan pedoman yang ditetapkan.
  8. Pelatihan dan Kesadaran: Penting bagi rumah sakit untuk menyediakan pelatihan K3 yang tepat kepada staf mereka untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko dan langkah-langkah pencegahan. Hal ini melibatkan pelatihan mengenai penggunaan APD, prosedur darurat, penanganan bahan berbahaya, dan pelatihan terkait K3 lainnya.

Implementasi K3RS ini dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi staf medis, pasien, dan pengunjung rumah sakit. Semua langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko cedera, infeksi, dan paparan bahan berbahaya di rumah sakit. Jika Rumah Sakit dapat menerapkan praktek K3 dengan baik, maka potensi adanya kecelakaan maupun adanya penyakit akibat kerja dapat diminimalisir dengan baik.

 


  POJOK BERITA

Selasa,14 Mei 2024 RSUD Haji Provinsi Jawa Timur menyelenggereken Halal Bi Halal bersama Pasien R ... Selengkapnya
Surabaya, 20 Mei 2024 - Plh. Gubernur Jatim Bobby Soemiarsono menjadi Inspektur Upacara Peringata ... Selengkapnya
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Administrasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Provinsi Ja ... Selengkapnya
Hari pertama masuk setelah cuti lebaran tahun 2024 RSUD Haji mengadakan Halal Bi Halal. Kegiatan ... Selengkapnya