ARTIKEL

SYAWAL BULAN PENINGKATAN

Publish By Irma Dian Permata, S.K.M.,M.Kes
Posted On 14 APRIL 2024

Arti Syawal, bulan peningkatan amal karena bulan ini tepat setelah Ramadan usai. Pada bulan ini, kedudukan dan derajat kaum muslimin meninggi di sisi Allah SWT karena telah melewati bulan ujian dan ibadah selama Ramadan.



Diyakini, penamaan Syawal diberikan untuk menandakan waktu tahun di mana unta betina akan mengandung bayinya. Ini merupakan simbol kehidupan baru dan pembaruan setelah sebulan pembersihan spiritual.



Jika melihat arti harfiahnya, kata “Syawal” berasal dari Bahasa Arab, yaitu Syala yang berarti Irtafa’a, naik atau meninggi. Orang Arab biasa berkata, syala al-mizan (naik timbangan), idza irtafa’a (apabila ia telah meninggi).



Setelah mengetahui arti secara bahasanya, timbul pertanyaan, mengapa bulan setelah Ramadan itu dinamai Syawal, bulan yang naik atau meninggi? Ada dua alasan yang dapat dikemukakan, yaitu sebagai berikut :



Alasan pertama, karena derajat kaum muslim meninggi di mata Allah. Hal ini disebabkan mereka mendapat pengampunan (maghfirah) dari Allah setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan.



Alasan kedua, karena secara moral dan spiritual, pada bulan ini kaum muslim harus mempertahankan dan meningkatkan nilai-nilai amaliah Ramadan pada bulan-bulan berikutnya hingga datang Ramadan tahun depan. Maka, sudah sangat jelas, jika Syawal justru bermakna bulan peningkatan ibadah dan amal saleh sebagai kelanjutan dari pendidikan moral dan spiritual yang dilakukan selama sebulan penuh saat Ramadan.



Baca Juga : Perang yang Terjadi di Bulan Syawal Pada Zaman Rasulullah SAW



Sementara itu, secara etimologi, arti kata Syawal adalah peningkatan. Dalam hal ini bermakna, karena pasca Ramadan, diharapkan orang-orang yang beriman meraih derajat ketakwaan. Tidak hanya kualitas ibadah, tetapi juga kualitas perilaku pribadinya, yang selama bulan Ramadan dilatih secara lahir batin.



Makna Syawal sebagai bulan peningkatan amal disini dapat dilihat dari banyaknya anjuran ibadah yang sangat diutamakan jika dilaksanakan pada bulan ini. Sebut saja puasa sunah bulan Syawal; menikah; bersedekah; I’tikaf di masjid; serta memperkuat silaturahim saat lebaran.



Dengan demikian, Idul Fitri dan Syawal sesungguhnya mengandung semangat peningkatan ibadah dan amal saleh. Oleh sebab itu, sayang rasanya apabila di antara kaum muslim pasca-Ramadan, malah kembali melakukan dosa-dosa dan berpaling dari petunjuk Allah.



Jika dosa kecil dilakukan merupakan hal wajar, karena manusia tempatnya khilaf dan dosa. Namun demikian, terkadang banyak umat yang bereuforia sehingga lupa untuk beribadah, dan tidak menjaga keistiqamahannya. Humas Red


  ARTIKEL TERBARU


“Aku diliputi perasaan takut dan cemas ketika harus kembali ke ruang isolasi. Aku tidak mer ... Selengkapnya
Gula merupakan bahan makanan yang memiliki rasa manis, dan lazim digunakan pada beragam makanan d ... Selengkapnya
Hipertensi merupakan suatu kondisi ketika tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ... Selengkapnya
Dalam perjalanan pandemi selama hampir 2 tahun, Covid-19 telah mengalami beberapa perkembangan va ... Selengkapnya


1234Last ›