BERITA

PERINGATI HARI PENDENGARAN SEDUNIA, RSUD HAJI PROVINSI JAWA TIMUR EDUKASI SISWA PENTINGNYA JAGA KESEHATAN TELINGA

03 March 2023



Surabaya-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan edukasi dan promosi kesehatan di SMA GIKI, Surabaya. Kegiatan ini juga untuk memperingati Hari Pendengaran Sedunia yang jatuh pada hari ini, Jumat (3/3/2023).

Kegiatan diikuti sebanyak 40 siswa SMA dari kelas 10 sampai 12 ini digelar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya siswa SMA akan pentingnya menjaga kesehatan telinga dan pendengaran sejak awal karena ‘Telinga Yang Sehat adalah Investasi Masa Depan.

Penyelenggara acara, Bidang Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), RSUD Haji Surabaya, Irma Dian Permata,S.KM.,M.Kes mengatakan, kegiatan edukasi ini merupakan bentuk kemitraan kerjasama lintas sektor antara RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dengan institusi pendidikan seperti Sekolah SMA yang ada disekitar RSUD Haji Surabaya.

“Edukasi ini penting dalam upaya perubahan perilaku dalam penggunaan gadget dan keterpaparan kebisingan akibat gadget dan penggunaan headset yang berlebihan pada siswa,” katanya.

Adapun pembicara dalam kegiatan edukasi ini ialah Dokter Spesialis THT RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, Dr. Alfarika Roosmilasari Sp.T.H.T.B.K.L.

Dalam paparan materinya, Dr. Alfarika menyebutkan jenis gangguan pendengaran dan penyebabnya yang meliputi, Tuli Sejak Lahir (Tuli Kongenital), Sumbatan Serumen (Kotoran Telinga), Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK/Congek), Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB), serta tuli karena usia lanjut (Presbikusis).

“Tanda anda jika mengalami gangguan pendengaran ialah, apabila sering meminta orang mengulang pembicaraan, telinga berbunyi atau berdenging yang disebut tinnitus, sering menyalakan media audiovisual seperti TV dan radio dengan suara tinggi, kesulitan untuk memulai pembicaraan, tidak merespon suara, mengeluarkan cairan dari telinga, serta sering mengalami nyeri berulang akibat penyumbatan pada telinga,” jelasnya.

Dr. Alfarika menjelaskan, gangguan telinga Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) atau yang disebut dengan Telinga Congek adalah infeksi telinga tengah disertai lubang (perforasi) gendang telinga dan keluarnya cairan ke liang telinga terus-menerus atau hilang timbul.

“Cara pencegahan OMSK atau congek ini adalah dengan antisipasi dini apabila mengalami infeksi saluran pernafasan seperti batuk pilek, agar segera datang ke fasilitas layanan kesehatan, menjaga kebersihan telinga, serta mengonsumsi makanan sehat yang seimbang,” terangnya.

Sedangkan, gangguan pendengaran yang disebabkan serumen telinga atau kotoran telinga, Dr. Alfarika pun menjelaskan, ada tiga gejalanya. Yaitu, telinga tersumbat sehingga pendengaran berkurang, telinga berdengung atau tinnitus dan pusing (vertigo) bila serumen menekan membran timpani, dan timbul rasa nyeri bila serumen keras menekan liang telinga.

“Pencegahan sumbatan yang disebabkan serumen atau kotoran telinga ini bisa dilakukan dengan mendeteksi dini sebaiknya pada anak sekolah dasar dan sederajat bagi yang mempunyai kecenderungan telinga tersumbat serumen. Sedangkan, pada orang dewasa dianjurkan untuk  memeriksakan telinganya  ke fasilitas kesehatan minimal satu tahun sekali, selain itu saya imbau untuk tidak mengorek telinga,” ujarnya.

Menurut, Dr. Alfarika, kotoran telinga bukanlah penyakit, ada cara tepat untuk membersihkannya karena telinga punya mekanisme pembersihan alami yang dibantu gerak rahang saat mengunyah.

“Jika telinga terasa sudah tidak nyaman dan perlu dibersihkan, pastikan telinga dalam keadaan kering, gunakan cotton bud yang tidak mudah terlepas, bersihkan hanya bagian luar telinga, jangan mengorek telinga terlalu sering dan terlalu dalam, sebaiknya pembersihan telinga dilakukan oleh orang lain, serta lakukan pemerksaan rutin kesehatan telinga anda setiap enam bulan sekali pada dokter ahli THT,” tukasnya.

Untuk Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB) atau yang disebut Noise-Indused Hearing Loss (NIHL), Dr. Alfarika pun menerangkan, bahwa gangguan ini adalah  satu-satunya jenis gangguan yang dapat dicegah sepenuhnya yakni rumus mendengarkan dengan aman 60 : 60.

“Pencegahan gangguan pendengaran akibat bising itu dapat dilakukan dengan atur volume suara pada headseat maksimal 60 persen, istirahat setelah pemakaian maksimal 60 menit,” kata Dr. Alfarika.

Dr. Alfarika pun memberi beberapa tips untuk melindungi telinga dari kebisingan. Diantaranya, hindari area bising yang lebih suaranya lebih dari 85 desibel, jaga kebersihan telinga, hindari penggunaan headseat dari handphone saat pengisian baterai, dan lakukan pemeriksaan kesehatan telinga secara rutin.

“Selain itu, saat makan kunyah makanan dengan baik karena dapat membantu mengeluarkan kotoran telinga, hindari minim obat sembarangan maupun konsumsi obat dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter, dan segera hubungi dokter jika terdapat benda asing yang menutupi liang telinga atau jika terasa ada masalah pada pendengaran anda,” pesannya.(vin/s)

 

#RSUD #RSUD Haji


  POJOK BERITA

Selasa,14 Mei 2024 RSUD Haji Provinsi Jawa Timur menyelenggereken Halal Bi Halal bersama Pasien R ... Selengkapnya
Surabaya, 20 Mei 2024 - Plh. Gubernur Jatim Bobby Soemiarsono menjadi Inspektur Upacara Peringata ... Selengkapnya
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Administrasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Provinsi Ja ... Selengkapnya
Hari pertama masuk setelah cuti lebaran tahun 2024 RSUD Haji mengadakan Halal Bi Halal. Kegiatan ... Selengkapnya